Sabtu, 06 April 2013

Contoh Notulen Diskusi Bahasa Indonesia

Contoh Notulen Diskusi Bahasa Indonesia


Sifat                             : Terbuka
Hari / Tanggal              : Jumat / 13 Januari 2012
Tempat                                    : Kelas XI IPA 1
Acara                           : Diskusi mengenai Kenakalan Remaja
Moderator                    : Mizwan Amrul Khairi
Penyaji                         : Kelompok IV, terdiri atas 3 orang :
                                      1. Yulio Roy Askara
                                      2. Reza Restanto
                                      3. Rizky Ikhwan
Notulis                         : Abdi Razqa Mubarak
Peserta                         : Seluruh siswa XI IPA 1
Susunan Acara             : 1. Pembukaan
                                      2. Penyampaian Materi
                                      3. Sesi Tanya-Jawab
                                      4. Kesimpulan
                                      5. Penutup
Hasil Acara                  :
1.  Pembukaan
     Diskusi dibuka oleh Moderator pada pukul 10.29 WIB.

2.  Penyampaian Materi
     Rizky Ikhwan :
     Kenakalan remaja meliputi semua perilaku menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang yang ada disekitarnya. Perilaku nakal remaja bisa disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.
     Faktor Internal :
     1. Krisis Identitas
         Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya bentuk integrasi yang menimbulkan kenakalan.
     2.  Kontrol diri yang lemah
         Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal.
     Faktor Eksternal
     1. Keluarga
         Tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.
     2.  Teman
         Dikalangan remaja, memiliki banyak teman adalah merupakan suatu bentuk prestasi tersendiri, makin banyak teman, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya, tetapi pemilihan teman yang kurang baik dapat memicu kenakalan itu sendiri.
     3. Komunitas
         Lingkungan atau tempat tinggal yang kurang baik dapat mempengaruhi perilaku dari seorang remaja, karena itulah komunitas dapat juga menjadi salah satu pemicu kenakalan.
     4.  Pendidikan
         Memberikan pendidikan yang sesuai merupakan salah satu tugas orang tua kepada anak. Agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, orang tua hendaknya dapat memilih sekolah yang bermutu. Atau mungkin anak bisa saja merasa tidak cocok dan menjadi kecewa sehingga menjadi terpaksa, frustasi dan akhirnya malah tidak ingin bersekolah sama sekali. Mereka malah pergi bersama teman-temannya, bersenang-senang tanpa mengingat waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obatan terlarang.
     5. Uang Saku
         Pemberian uang saku kepada remaja memang tidak dapat dihindarkan. Namun sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan dan tidak berlebihan. Jika tidak, mungkin bisa saja menimbulkan masalah seperti pemborosan, tidak menghargai uang dan malasnya anak menjadi belajar.

     Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja
     1. Remaja harus bisa mendapatkan figur-figur remaja.
     2. Adanya motivasi dari keluarga, guru ataupun teman sebaya.
     3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman bagi remaja.
     4.  Remaja harus pandai dalam memilih teman.
     5.  Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada atidak sesuai dengan harapan.

3.  Sesi Tanya-Jawab
     1.  Muhammad Rifai dari kelompok VI menanyakan :
         Apakah kata nakal selalu bisa dijadikan perilaku menyimpang oleh para remaja ?.
     2.  Arif Hidayat dari kelompok IV menanyakan :
         Apakah kenakalan remaja bisa dihindari ?.
     3. Penyaji Reza Restanto menjawab pertanyaan pertama :
         Nakal bukan spesifik ditujukan pada remaja, bisa saja nakal itu ditujukan untuk orang dewasa atapupun anak-anak, jadi, nakal bisa diorientasikan untuk seluruh aspek kehidupan.
     4.  Riko Andoni dari kelompok VI merasa tidak terima dan mengulang pertanyaan :
         Apakah nakal itu menyimpang ?.
     5.  Penyaji Yulio Roy Askara menjawab pertanyaan kedua :
         Kenakalan bisa saja dihindari dengan :
         1.  Remaja harus bisa mendapatkan figur-figur remaja.
         2.  Adanya motivasi dari keluarga, guru ataupun teman sebaya.
         3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman bagi remaja.
         4.  Remaja harus pandai dalam memilih teman.
         5.  Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada atidak sesuai dengan harapan.
     6.  Penyaji Yulio Roy Askara menjawab pertanyaan ketiga :
         Nakal bisa saja bukan perilaku menyimpang tetapi alamiah dari sifat remaja itu sendiri.

4. Kesimpulan
     Kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang dari remaja, yaitu anak berusia 13-18 tahun yang merupakan masa transisi, adapun itu merupakan proses belajar dan pengenalan yang baik ataupun buruk. Bagi seorang dewasa mungkin sesuatu itu dianggap nakal, namun bagi seorang remaja bisa saja dianggap wajar.

5.  Penutup
     Diskusi ditutup oleh Moderator pada pukul 10.45 WIB.

Sungai Salak, 13 Januari 2012
Notulis,




Abdi Razqa Mubarak


Jangan lupa tinggalkan pesan di komentar

8 komentar: